📢 Pusat informasi program kuliah dan magang ke Taiwan. Program IFP 1+4 memberikan kesempatan belajar Bahasa Mandarin 1 tahun dan melanjutkan kuliah 4 tahun di universitas Taiwan dengan peluang pengalaman internasional.

21 Peserta Mengikuti Karantina Persiapan Program Studi ke Taiwan


Setelah melalui rangkaian proses interview dan dinyatakan lulus, sebanyak 21 peserta akhirnya memasuki tahap karantina sebagai bagian dari persiapan sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan ke Taiwan.

Kegiatan karantina resmi dimulai pada Minggu, 2 Agustus 2026, bertempat di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari Bangka Belitung, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Bangka Belitung.

Hari pertama karantina menjadi momen yang penuh antusiasme. Para orang tua dan keluarga peserta turut hadir untuk menyaksikan sekaligus mendampingi proses pembukaan kegiatan.

Kehadiran keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan para peserta, mengingat tahap karantina merupakan salah satu proses persiapan sebelum mereka berangkat dan menjalani kehidupan akademik maupun keseharian di Taiwan.

Dalam pembukaan kegiatan, turut hadir pembicara yang memberikan arahan serta motivasi kepada para peserta, yaitu Supriantono, Director GoStudy Taiwan; Deddy Ramdhani Harahap, Advisor GoStudy Taiwan sekaligus Dosen Polman Babel dan alumni STUST Taiwan; serta Nardi Pratomo, Director Rosman Djohan Institute.

Secara simbolis, kegiatan karantina dibuka oleh Nardi Pratomo, yang menandai dimulainya rangkaian pembekalan peserta yang berlangsung pada 2 hingga 14 Agustus 2026.

Selama masa karantina, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan berbagai pembekalan yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pendidikan dan kehidupan di Taiwan.

Beberapa materi yang diberikan selama kegiatan karantina meliputi:

  • Bahasa Mandarin, sebagai persiapan komunikasi dan kebutuhan akademik selama berada di Taiwan.
  • Bahasa Inggris, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta dalam lingkungan internasional.
  • Kelas Potensi Diri, yang membantu peserta mengenali dan mengembangkan kemampuan serta karakter pribadi.
  • Etika dan Budaya Taiwan, sebagai bekal agar peserta lebih memahami kebiasaan, nilai, norma, dan budaya yang akan mereka temui selama tinggal di Taiwan.

Rangkaian pembekalan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman awal bagi peserta sebelum mereka benar-benar memasuki lingkungan pendidikan dan kehidupan di Taiwan.

Kegiatan karantina menjadi lebih dari sekadar persiapan akademik. Para peserta juga diarahkan untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi lingkungan baru.

Perjalanan melanjutkan pendidikan ke luar negeri tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, berbagai pembekalan yang diberikan selama karantina menjadi bagian penting untuk membantu peserta mempersiapkan diri, baik dari sisi akademik maupun nonakademik.

Dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif, para peserta diharapkan mampu membawa bekal pengetahuan, pengalaman, dan karakter yang lebih kuat ketika nantinya memulai perjalanan pendidikan mereka di Taiwan.

Karantina yang berlangsung selama hampir dua minggu menjadi salah satu tahapan penting sebelum para peserta melangkah ke fase berikutnya.

0 Komentar